Arsip untuk Juni, 2008

Gay School

Juni 13, 2008

Pengumuman !

Telah dibuka sejak lama Gay School Gratis !

Tempat Kuliah             : Stasiun Televisi Indosiar

Hari Kuliah                  : Hampir setiap Hari

Jam Kuliah                   :18.00 s.d. 23.00 WIB

Dosen                          :  Nona  Igun, Ruben, Eko

Tak dijamin dan tak perlu lulus. Target perkuliahan adalah agar kita terbiasa melihat kelakuan generasi mendatang yang seperti mereka.

Indonesia Idol Percuma

Juni 11, 2008

Sudah lima kali ajang Indonesia Idol digelar namun sampai juara idol ke 4 tak satupun jebolan kontes ini yang lagunya menjadi lagu hits. Mengapa demikian? karena sistem pemilihan juara ditentukan oleh jumlah sms yang masuk, semakin banyak sms yang diterima maka orang tersebut dipastikan akan menjadi juaranya.

Padahal sms yang diterima belum tentu dikirim oleh jumlah orang yang sama dengan jumlah smsnya. Maksudnya, satu orang pengirim bisa saja mengirim 100,1000,bahkan sejuta sms kalau dia sanggup. Bahkan kalau keluarganya saja yang memilih bisa dipastikan orang tersebut menjadi juara. Jadi juara Indonesia Idol bukan berdasarkan kualitas suara.

Bisa dimaklumi kalau sampai idol ke 4 sang juara tidak memberikan sumbangan berarti dalam khazanah musik di indonesia. Tidak seperti festival pada era 80an, sebut saja Harvey Malaiholo yang masih eksis sampai sekarang. Jadi jangan berharap munculnya bintang tarik suara sekaliber penyanyi festival tempo dulu. Indonesia Idol hanya sekadar ajang mengeruk uang lewat sms!

Dagelan Idola Cilik

Juni 10, 2008

Satu lagi keanehan dari kontes idola yang satu ini. Pada tanggal 8 Juni kemarin terulang kembali kejadian yang sangat aneh dimana seorang peserta yang mendapat rapor bayangan hijau ketika mendapat rapor kenaikan kelas justru mendapat rapor merah dan terpaksa tidak naik kelas.

Pada episode sebelumnya juga pernah terjadi hal serupa. Menurut saya hal ini sangat tidak masuk di akal, bagaimana mungkin anak yang telah mendapat rapor hijau sehingga tidak sempat memperbaiki penampilannya tiba-tiba tidak naik kelas lalu anak yang mendapat rapor merah kemudian diberi kesempatan tampil malah mendapat rapor hijau.

Seharusnya ketika menerima rapor bayangan berwarna hijau anak tersebut dipastikan naik kelas dan hanya anak yang mendapat rapor merah sajalah yang memiliki kemungkinan tinggal kelas. Jadi untuk Goldi, kamu adalah sekedar korban dari permainan industri televisi yang mementingkan uang semata. Semoga kamu tidak patah semangat dan tetap mencintai musik.

Idola Cilik Gak Sekolah?

Juni 5, 2008

Acara pemilihan idola instant ini sudah lama diadakan di stasiun RCTI. Ditayangkan tiap hari minggu namun ketika penyisihan awal dilakukan tiap hari. Setelah terkumpul 16 peserta terpilih melalui sms maka dilakukan penyisihan setiap minggu. Saat tulisan ini dibuat hampir setengah peserta sudah tersisih. Terakhir yang tersisih kalau tidak salah adalah Siti peserta asal Surabaya.

Terus terang saya suka dengan musik dan menyaksikan munculnya artis-artis baru di bidang tarik suara. Beberapa peserta idola cilik saja sudah muncul calon artis bersuara unik, sebut saja Septian, Kiki, Angel, Belinda (tidak lolos 16 besar). Walaupun masih kecil tapi ciri khas suaranya cukup unik di telinga saya.

Banyak pertanyaan yang timbul dalam hati setiap melihat acara ini. Pertanyaan yang cukup mengusik adalah apakah mereka setiap selesai shooting hari minggu langsung pulang ke daerahnya masing-masing yang cukup jauh? Seperti Kiki apakah pulang ke Menado, Goldi pulang ke Malang, Siti dan Dayat pulang ke Surabaya, Gabriel harus pulang ke Batam? Kalau itu terjadi bisa dibayangkan bagaimana letihnya mereka yang harus melakukan perjalanan jauh dan harus dilakukan tiap minggu.

Kalau mereka tidak pulang ke daerah masing-masing, apakah mereka tinggal di Mess seperti halnya peserta Indonesian Idol. Kalau itu yang terjadi, bagaimana sekolahnya? Selama beberapa bulan acara ini ditayangkan hampir sama sekali tidak dibicarakan tentang aktivitas sekolah mereka.

Pertanyaan berikutnya adalah, apakah materi lagu yang diberikan sudah dipikir matang. Mengapa hampir sebagian lagu dinyanyikan persis seperti aslinya yang rata-rata berisi syair orang dewasa. Memang pernah ada beberapa lagu yang diubah sesuai kebutuhan anak kecil, tapi beberapa lagu lain saya lihat belum ‘direkayasa ulang’ syairnya.

Yang ketiga adalah apa follow up dari RCTI setelah acara ini berakhir? apakah mereka akan dibuatkan album juga? Saya mengusulkan agar RCTI melalui momen Idola Cilik ini membuat album lagu anak-anak atau lagu perjuangan dengan aransemen baru seperti yang dilakukan “Coklat”.